Tanggal 15 Maret kemarin, Mizan – sulungku – berulang tahun yang ke-6. Tahun ini dia nampaknya sudah mengerti betul arti ulang tahun, sehingga banyak sekali ‘requirements’ nya dari jenis kue ulang tahun yang diinginkan, hadiah yang diinginkan, dan ‘kenang-kenangan’ untuk dibagikan ke teman-teman sekolahnya.
Jadilah aku dan si Mas berangkat Sabtu pagi ke Asemka guna mencari ‘kenang-kenangan’ untuk dibagikan ke para undangan. Siapa yang sudah pergi ke Asemka pasti tahu pasar macam apa di sana. Siapa yang belum... well.... put it like this.... it’s a heaven on earth for children toys, accessories, and school supplies (from books and water bottle to school bags). Cara termudah untuk pergi ke Asemka adalah dengan naik busway sampai terminal busway kota. Dari sana, tinggal jalan kaki sekitar 250 m dan sampai deh. Kalau ga mau terlalu lama menghabiskan waktu di busway, saran saya adalah parkir mobil di Sarinah, barulah dari sana naik busway.
Ok, long story short – setelah pikir punya pikir akhirnya kami sepakat membelikan jam tangan anak-anak dengan bermacam motif lucu yang lagi happening seperti Naruto, Ben 10, Barbie, dll. Terakhir kami lihat di mall dekat rumah harganya sekitar Rp. 35 rb-an, tapi di sini… cukup Rp. 12,500 saja – mau ambil kurang dari selusin harganya juga sama. Saya jadi curiga harga mainan di sini jauh lebih murah dari pasar Prumpung – tempat kami biasa beli mainan buat anak-anak. “Next time kayaknya perlu disambangin lagi pasar ini,” saya membuat catatan dalam hati.
Sebelum hari “H”, abang sudah sibuk cari tahu apakah saya dan si Mas sudah membelikan hadiah ulang tahun sesuai pesanannya. Tahun ini dia lagi tergila-gila dengan permainan “Bakugan”. Saya lihat permainannya di TV, itu adalah semacam permainan strategy yang nampaknya lebih cocok untuk anak SD. Tapi si abang ngotot karena hamper semua temannya sudah punya mainan itu. Saya mengelak, harganya terlalu mahal. Tapi ternyata abang lebih pintar. Tidak jebol di Mama, langsung tembak ke Bos Besar. Dan berhasil !!
Tapi memang si Mas suka usil juga. Sudah tahu anaknya penasaran setengah mati, si Papa ini masih pegang rahasia dengan teguh soal hadialh ulang tahun itu. Lucu juga lihat si abang blingsatan, kamar kami sudah habis digeledahnya sambil berpura-pura manis bertanya “Bapak udah beli hadiah bakugannya belum ?” Kesal ditanya terus, si Bapak menjawab,”Kata siapa Bapak beli Bakugan ? Bapak belinya Barbie kok !”
Air muka Abang – yang nggak terbiasa lihat bapaknya bercanda – langsung berubah. “Barbie ? Kan abang laki-laki!” protesnya.
“Oh, Ken maksud Bapak…..”
Tambah bingung…. “Kenapa Ken, kan bang bilang Bakugan…..”
“Bakugannya ga ada, adanya cuma Ken. Kalau ga mau ya udah”
“Ya udah deh...Ken aja” kata sulungku pasrah. Hehehe...kasihan juga liat mukanya melas gitu. Dan itu ga berakhir di situ. Si Mas dengan kreatifnya membungkus hadiah mahal yang wujudnya cuma sedikit lebih besar dari kelereng itu dengan berlapis-lapis, dibungkus kertas kado, koran berlapis-lapis, masuk lagi ke dalam tas sekolah, masuk ke dalam kotak bekas sepatu, dan seterusnya dan terakhir dimasukkan ke kantong jinjing belanjaan dari kertas.
Terbayang kan waktu acara buka kado, bagaimana ngebetnya abang buka kado dari sang Bapak ? Tapi kita berhasil meredam dan memaksa dia membuka kado Bapak yang terakhir. Dan inilah gongnya…. Dengan berapi-api Mizan menyobek satu demi satu pembungkus kado dari sang Bapak. Ketika sampai ke kotak sepatu semua tamu berseru “Wah... sepatu !” dan abang dengan air muka ga percaya langsung membuka kotak sepatu dan berseru “Ada lagi!”. Si Bapak masih dengan usil menyerukan “Abang semangat banget mau dapat Barbie!” Jelas si abang tambah panas. Terakhir dari kado sebesar kotak sepatu boot, dia memegang kotak tissue… dan kami berteriak “Barbie…Barbie….Tissue… Tissue….” Membuat Mizan makin gila membuka kotak tissue itu dan ketika akhirnya dia menemukan apa yang dicarinya air mukanya itu …… sangat susah untuk dilukiskan….. Senyumnya melebar…. Hilang sudah kecemasan dan rasa malu kalau sungguh dia dibelikan boneka Barbie oleh ayahnya. Sebagai gantinya dia mengacung-acungkan Bakugan dan segera mendaratkan ciuman di pipi bapaknya yang tertawa geli melihat tingkah sang buah hatinya.
Mizan anakku sayang
Enam tahun sudah umurmu
Terasa baru kemarin
Kau dalam buaianku
Tahun ini kau sudah pandai membaca
Bahkan dengan lantang kau bacakan baris-baris puisi
Tahun depan akankah kau masih
Mau menerima peluk dan ciuman dariku
Sunday, 16 March 2008
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment