Minggu pertama saya di Houston terasa cukup berat. Bukannya mengeluh, cuma sedikit sharing bahwa saya baru bisa keluar dari hotel di hari ke-tiga, itupun hanya keliling-keliling komplek hotel yang luasnya berhektar-hektar itu. Rasanya seperti dalam kapal (vessel), sampai paru-paru terasa sesak karena hanya menghirup udara dari AC selama 3 hari berturut-turut. Ketika berhasil keluar menghirup udara segar... ah... sungguh menyenangkan !
Di kursus ini cuma saya sendiri yang dari Indonesia... lainnya kebanyakan dari US, Canada, Inggris, dan Spanyol. Ada juga yang dari Scottland, Ireland, Australia, Trinidad, Brazil, dan yang paling dekat dengan Indo: Vietnam.
Kalau di kantor di Jakarta saya terbiasa berkomunikasi (pasif dan aktif) dalam bahasa Inggris, ternyata berbahasa Inggris 24 jam dalam sehari sungguh melelahkan... Berbicara mengenai pekerjaan dalam bahasa Inggris yang baku mungkin umum bagi saya, tapi ketika berhadapan dengan teman-teman dari US, Canada dan Inggris dalam kelompoknya, suasananya sungguh berbeda dengan berbicara dengan mereka di Jakarta. Ternyata sulit sekali menangkap arti obrolan mereka yang sering menggunakan istilah slang atau non formal. Rasanya ketika kita mau buka mulut selalu ketinggalan karena sering kita men-translate dulu dalam pikiran kita, sementara mereka sudah cas-cis-cus sambung menyambung. Kadang rasanya hanya ingin bicara kalau ditanya saja..hehehe...pundung.....
Kalau di Jakarta, mungkin karena berada di negara orang, para bule itu cenderung bicara lebih lambat dan menggunakan bahasa baku. Kalau grammar kita salah-salah dikit mereka pun mengerti. Tapi di Houston sini, mereka sering ga ngerti kalau kita salah grammar sedikit, kadang suka ngebetulin lagi... ih... sebel juga !
Yang kayak gini sempet bikin saya mangkel pas kerja kelompok. Rasanya mau sumbang pendapat kok ga pas terus timingnya. Saking keselnya saya diem aja, tapi ngerjain tugas lain sementara mereka sibuk berdebat. Saya jadi berpikir, apa ini karena waktu sekolah saya tidak terlatih untuk berbicara di depan umum ya... juga tidak terlatih menulis essay ... sehingga kemampuan bicara saya jadi kalah kalau dibanding mereka, padahal kalau dari segi isi pembicaraan sih ga kalah..... cuma dari segi 'kosmetik' dan 'wrapping' masih banyak yang harus ditingkatkan.
Ada lagi yang lucu... kalau mereka melempar joke .... karena beda budaya, sering yang lucu bagi mereka tidak lucu bagi kita atau sebaliknya. Jadi yang sering terjadi adalah... saya tertawa ketika semua orang sudah selesai tertawa....hahahaha....
Dan 'gongnya' adalah ketika pada hari-hari terakhir di sana, saking rindunya berbahasa Indonesia, saya menyapa rekan dari Vietnam seperti berikut:
"Hi Lien Ha, apa kabar ? Capek ya ?"
Terang aja yang ditanya cuma bengong...hahahaha...
Friday, 30 May 2008
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment