Wednesday, 30 April 2008

Edensor – Desa di Negeri di awan...

Membaca Andrea Hirata serasa mengarungi lautan… kadang rasa mulas mendera akibat tertawa tergelak-gelak, tak jarang datang perasaan terombang-ambing dibuai kekaguman membaca detail deskripsi rumus-rumus fisika dan nama latin tumbuhan atau binatang yang saya sendiri pun sudah lupa… membuat sel-sel kelabu dalam otak saya berputar ..... “Kalau begitu apa ya yang saya pelajari dari SD sampai SMA….?”

Apa yang saya bisa katakan tentang trilogy Laskar Pelangi selain bahwa saya tergila-gila pada tutur kata Andrea ? Bagai candu, ketagihan mencari ‘ending’ dari kisah perjalanan hidup ‘Ikal’ … dan terhenyak ketika menemui kenyataan bahwa buku ke-4 “Maryamah Karpov” belum diterbitkan. Andrea bagai menyirap saya ke alam yang lain, mengenang kenakalan di masa-masa ketika masih bau kencur di SD dan mengingat betapa banyak pahlawan tanpa tanda jasa yang telah berjasa ikut membuat kita menjadi kita yang sekarang. Andrea juga dengan cantiknya mengemas sudut pandang ironi dalam jalinan kata-katanya. Ironi yang terjadi dalam kehidupan ini, dari sudut pandang lelaki kecil dengan metafora yang kadang-kadang berlebihan … tapi tetap membuat kita tersenyum kecut ketika membacanya.

Mungkin juga karena saya punya sentimen tersendiri dengan ‘background’ cerita ini. Saya juga dibesarkan di lingkungan keluarga Muhammadiyah, dan saya bersekolah di SD Muhammadiyah. Nilai-nilai luhur yang diajarkan KH. Ahmad Dahlan seperti “Fastabiqul Khairat”, berlomba-lomba dalam kebaikan, bukanlah sesuatu yang aneh di telinga ini, dan sungguh membacanya kembali membangkitkan memori tersendiri tentang masa kecil saya.

Sayang buku kedua rasanya tidak terlalu istimewa, lebih menyorot kenakalan anak laki-laki usia tanggung dan beberapa jalinan ceritanya serasa tumpang tindih dengan Laskar Pelangi.

Buku ketiga…. Inilah dia magnet selanjutnya. Perjalanan idealisme si anak Belitung di negeri seberang samudra. “The Law of Attractions” … nampaknya bukan sekedar teori. Hmm… perlu dicoba juga….”Saya ingin pension dini dan tidak pusing memikirkan keuangan keluarga”… hehehe.

Selalu terpesona membaca cerita dari negeri di awan… obsesi ingin sempat merasakan menetap di sana tanpa rasa khawatir… menikmati indahnya Edensor… bila di Eropa ada Edensor, seharusnya di mana pun kita berada ada Edensor…. Tak perlu suatu desa di suatu Negara, tapi taman hati yang luas tempat kita bisa beristirahat tanpa rasa cemas… karena hanya ada kedamaian dan ketenangan di sana……

No comments: